Sedikit bercerita...
Perkenalkan ini sahabat baru. Saya temui diantara anak-anak yang lain, usianya dewasa tapi bertingkahlaku seperti anak-anak. Dia tinggal di daerah dalam satu desa yang kami kunjungi 'katanya' terpencil dan kental dengan animismenya, yah itu memang benar adanya. Setiap kali ditanya, dia lantang menjawab 'Ika Jayanti' namanya. Bayangkan, dari kebanyakan orang yang ia temui, ia hanya mampu menghafal nama ibu, bapak dan adiknya. Terlintas dalam hati, bagaimana cara ia mengenal Tuhan? Bagaimana ia bisa menghitung jarimatika seperti anak-anak yang lainnya? Bagaimana ia menjalani waktu seperti manusia disekelilingnya? Manusia normal pun tak mudah. Tak mudah.
Perkenalkan ini sahabat baru. Saya temui diantara anak-anak yang lain, usianya dewasa tapi bertingkahlaku seperti anak-anak. Dia tinggal di daerah dalam satu desa yang kami kunjungi 'katanya' terpencil dan kental dengan animismenya, yah itu memang benar adanya. Setiap kali ditanya, dia lantang menjawab 'Ika Jayanti' namanya. Bayangkan, dari kebanyakan orang yang ia temui, ia hanya mampu menghafal nama ibu, bapak dan adiknya. Terlintas dalam hati, bagaimana cara ia mengenal Tuhan? Bagaimana ia bisa menghitung jarimatika seperti anak-anak yang lainnya? Bagaimana ia menjalani waktu seperti manusia disekelilingnya? Manusia normal pun tak mudah. Tak mudah.
Sedikit mengucap, dia bertanya, saya jawab 'Kak Nia' anak-anak
sekitar desa di sini panggil 'Kania'. Dia tetap tidak bisa menyebutkan lantang
nama orang-orang disekitarnya, namun itulah Ika dengan segala kekurangannya ada
sisi kelebihan yang menjadi pembelajaran orang-orang disekelilinginya untuk
senantiasa bersyukur. Saya tepuk pundaknya 'ini Ika, ini Kania'. Ia hanya
tersenyum memegang gelang bentuk bintang yang saya pakai. 'Ini bintang, Ika
mau?'. Dia takut menghindar, katanya 'jangan, nanti mimi marah'. Dia mendekat
lagi ketika saya pegang buku dari sakunya, huruf alif yang ia bisa tulis..
...
Terpikir, teringat, terbaca dalam Ar-rahmaan 'Fabi ayyi aalaa irobbikumaa tukadzdzibaan'.
...
Terpikir, teringat, terbaca dalam Ar-rahmaan 'Fabi ayyi aalaa irobbikumaa tukadzdzibaan'.
Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan??
*Ramadhan di desa yang 'katanya'.(July 3, 2014)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar