Jika
hati yang tulus adalah harta karun, keimanan adalah mutiara dan keshalihan
adalah perhiasan. Maka siapa pemiliknya??
Siapa?
Yah,
dia adalah seorang terkaya sebagai hadiah dari Sang Maha Kaya.
Penah
mendengar cerita pencuri dari Baghdad? Dia mencuri, merampok bahkan membunuh
demi orang-orang lemah disekitarnya, demi memberi makan mereka yang miskin dan yatim,. Memberi seluruh hasil rampokannya untuk
seorang yang renta, membela mereka yang tertindas dan menolong mereka yang hampir
mati kelaparan. Apakah dia orangnya? Bukan. Dia memilki hati yang tulus sebagai
harta karunnya tapi tak menggunakan keimanan dan keshalihan sebagai pedomannya.
Lalu
siapa?
Apakah
seorang yang setiap hari terlihat di cermin sebagai pribadi yang selalu berbuat salah ? Hmmmmh rasanya bukan, bukan.
Terlalu berdebu jika cermin menampakkan bayangan di belakang, namun sebagai
pribadi yang tak sempurna belajar memperbaiki diri mungkin lebih tepat.
Lalu
siapa?
Dialah seorang kekasih yang memberi banyak
walupun tak berpunya. Dialah kekasih yang memberi teladan kisah dengan delapan
dirhamnya, memberi 4 dirham kepada seorang yang kehilangan, 2 dirham untuk
seorang yang kelaparan dan 2 dirham dibelikannya pakaian untuk seorang
gelandangan. Apakah itu saja? Tidak. Beliau membela umatnya seluruh dunia
hingga akhir zaman ketika hari dimana dihancurkan segalanya. Dialah kekasih yang namanya disebut-sebut seluruh
alam semesta bahkan malaikat memberi salam padanya.
Siapa
dia?
Dialah
‘Muhammad salallahu’alaihi wassalam’
*Teladan yaa
Muhammad, teladan yaa Rasulullah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar