Jumat, 05 Juni 2015

Penilaian Proyek dan Unjuk Kerja sebagai Alternatif Penilaian Berbasis Proses



Suatu proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan, kegiatan belajar mengajar, penilaian dan evaluasi. Pembelajaran matematika mempunyai peranan penting bagi peserta didik yaitu sebagai bekal pengetahuan dan untuk pembentukan hidup dalam bermasyarakat dan untuk kemajuan negara. Matematika mempunyai karakteristik yaitu konsep atau materi bersifat abstrak yang mempunyai pola pikir dedukatif. Dalam pembelajaran matematika diperlukan adanya penilaian untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan setelah pembelajaran dilaksanakan dan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya tujuan yang diharapkan..

Setiap proses yang dilalui manusia memerlukan tolak ukur sebagai bahan perbaikan diri menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat berupa ujian yang harus dijalani ataupun lainnya  dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Sebagaimana Allah SWT menguji Nabi Ibrahim AS melalui perintah untuk menyembelih anaknya, Ismail yang sangat dicintainya. Al-Qur’an secara rinci menjelaskan hal ini dalam surat Ash-Shaffat/37:103-107 yang berbunyi:



فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ. فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ. وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاَءُ الْمُبِينُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ.

Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”(Q.S. Ash-Shaffat/37:103-107) 
Dari ayat tersebut dapat dihubungkan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran diperlukan suatu penilaian baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Penilaian ini dapat berfungsi sebagai  salahsatu pengkuran guru untuk mengetahui kondisi siswa dalam belajar agar diharapkan mampu mengevaluasi siswa sebagai pembelajar agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Tugas tersebut melalui tahapan perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek menitikberatkan pada fokus proses dan pada produk akhir. Penilaian proyek digunakan untuk memberikan pemahaman dalam bidang tertentu melalui penyelidikan dan siswa mampu mengaplikasikan dan menginformasikan subjek yang diteliti secara jelas.  Sedangkan penilaian unjuk kerja adalah suatu kegiatan penilaian yang meminta siswa untuk mendemontrasikan diri dari kriteria yang diinginkan. Penilaian unjuk kerja menitikberatkan pada fokus proses, produk dan performance. Penilaian unjuk kerja juga selalu melibatkan siswa di dalam mengaplikasi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam praktik kehidupan mereka sehari-hari.

Penilaian proyek dan unjuk kerja bukan merupakan akhir dari penilaian itu sendiri, tetapi menjadi bagian terpadu dari proses pengajaran dan membantu untuk mengarahkan pada pengajaran selanjutnya. Pada proses pembelajaran , penilaian proyek dan penilaian unjuk kerja diperlukan karena dapat mengaitkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari,  keterampilan tentang alam sekitar dalam mengembangkan pengetahuan, menerapkan berbagai konsep matematika dan menggunakan teknologi sederhana untuk memecahkan masalah yang ditemukan.

Dari penjelasan tersebut terdapat perbedaan fokus antara penilaian proyek dan penilaian unjuk kerja untuk mendapatkan hasil belajar siswa. Namun, dengan  menggunakan penilaian proyek dan penilaian unjuk kerja diharapkan dapat meningkatkan kemampuan keterampilan proses dalam diri siswa sehingga dapat menumbuhkan keterampilan dasar dengan lebih menghayati hal-hal yang dipelajarinya dalam percobaan dan praktek langsung melalui benda nyata, penugasan dan kegiatan lainnya sebagai refleksi belajar  agar  pembelajaran lebih bermakna dan menarik.


By: Kurnia_Research at SMA Islam Al-Azhar 5 Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar